TwinWar

TwinWar

Gara dan Hisa kembar identik. Penampilan kedua cowok itu persis sama. Karennya pun sama. Tapi minat dan kemampuan? Beda jauh! Gara berotak encer dan kemampuan akademiknya gemilang. Sementara itu, Hisa jago olahraga dan sederet trofi kejuaraan berhasil ia raih. Walaupun bersekolah di SMA berbeda, persaingan mereka tak pernah surut.Dalam keluarga mereka, ada satu aturan yang...

DownloadRead Online
Title:TwinWar
Author:Dwipatra
Rating:
Edition Language:Indonesian

TwinWar Reviews

  • Mahfudz D.

    Ini bukan review, karena kalau saya mereview novel ini jadinya bakalan promo 😂😂

    Hanya mau bilang bahwa saya sangat menikmati proses kreatif di balik lahirnya TwinWar. Dari bagaimana Gara-Hisa yang tadinya hanya seonggok ide kecil di sudut benak, hingga mewujud dalam buku setebal hampir 300 halaman. Banyak kisah di baliknya, dan itulah hal-hal utama yang membuat saya menyematkan bintang 5 pada TwinWar.

    🌟🌟🌟🌟🌟

    Semoga, semua pembaca TwinWar, siapa pun kalian, bisa menikmati kisah Gara-Hisa sebagimana s

    Ini bukan review, karena kalau saya mereview novel ini jadinya bakalan promo 😂😂

    Hanya mau bilang bahwa saya sangat menikmati proses kreatif di balik lahirnya TwinWar. Dari bagaimana Gara-Hisa yang tadinya hanya seonggok ide kecil di sudut benak, hingga mewujud dalam buku setebal hampir 300 halaman. Banyak kisah di baliknya, dan itulah hal-hal utama yang membuat saya menyematkan bintang 5 pada TwinWar.

    🌟🌟🌟🌟🌟

    Semoga, semua pembaca TwinWar, siapa pun kalian, bisa menikmati kisah Gara-Hisa sebagimana saya menikmati saat menciptakan mereka. Dan, jangan lupa dengan teman-teman si kembar yang nggak kalah kece dan gokil: Dinar, Ollie, Danu, dan Johan 😃😃

  • Desty

    Hisa dan Gara, sepasang anak kembar identik yang sekarang duduk di bangku SMA kelas XII. Meskipun kembar identik, Hisa dan Gara tidak selalu bersama. Hisa bersekolah di SMA Praja, Gara bersekolah di SMA Pandu Karya (Pakar). Hisa lebih berprestasi di bidang olahraga, sementara Gara cemerlang di bidang akademik. Keduanya pun memilih untuk tidur di kamar terpisah karena Hisa lebih menyukai musik menghentak, sedangkan Gara buth ketenangan untuk belajar.

    Hisa dan Gara, sepasang anak kembar identik yang sekarang duduk di bangku SMA kelas XII. Meskipun kembar identik, Hisa dan Gara tidak selalu bersama. Hisa bersekolah di SMA Praja, Gara bersekolah di SMA Pandu Karya (Pakar). Hisa lebih berprestasi di bidang olahraga, sementara Gara cemerlang di bidang akademik. Keduanya pun memilih untuk tidur di kamar terpisah karena Hisa lebih menyukai musik menghentak, sedangkan Gara buth ketenangan untuk belajar.

    Bibit peperangan antara Hisa dan Gara sudah terlihat sejak tiga tahun yang lalu. Entah kenapa seperti ada persaingan di antara keduanya. Gara seringkali merasa iri karena kedua orang tua mereka lebih memperhatikan prestasi Hisa di bidang olahraga. Sedangkan Hisa juga selalu merasa bodoh berada di dekat Gara yang memiliki nilai-nilai tinggi di semua mata pelajaran. Apalagi seperti saat ini menjelang musim try out di sekolah. Hisa harus menaikkan nilai-nilainya. Makanya dia memanfaatkan Gara untuk menggantikannya mengikuti ulangan matematika di sekolahnya. Gara jelas menolak, tapi kemudian bungkam ketika Hisa menunjukkan kartu As yang membuat Gara tidak berkutik. Foto Gara bersama seorang gadis menjadi senjata Hisa. Hisa dan Gara memang dilarang pacaran oleh kedua orang tua mereka sebelum mereka duduk di bangku perguruan tinggi. Bagi yang melanggar tentunya ada hukuman yang berat.

    Gara terpaksa menyamar menjadi Hisa. Tapi Hisa tidak fair. Di saat seharusnya Hisa hadir sebagai Gara di SMA Pakar, Hisa justru bolos. Akibatnya Gara terpaksa menerima hukuman dari sekolah. Gara yang sakit hati kemudian membalas perbuatan Hisa. Tidak mau terima, Hisa kembali membalas Gara. Begitu seterusnya hingga perang yang mereka sulut menjadi api yang menghancurkan satu sama lain.

    Saya punya sepupu perempuan yang juga kembar identik. Tumbuh besar bersama mereka membuat saya mengamati hubungan yang terjalin di antara keduanya. Setahu saya, belum pernah kedua sepupu saya ini tidak kompak. Mereka saling mendukung apapun kondisinya. Hal ini membuat saya bertanya-tanya di awal membaca novel TwinWar ini, pasti ada pemicu utama sehingga Hisa dan Gara seperti jadi musuh bebuyutan.

    Kalau boleh memilih, saya merasa lebih relate dengan Gara. Di mata saya Hisa ini bad boy-nya sementara Gara adalah good boy-nya. Hisa yang pemalas dan menghalalkan berbagai cara yang penting misinya menjadi pelari yang mewakili sekolahnya di Pekan Olahraga Pelajar terwujud. Kepada Gara, Hisa pun mengaku akan melakukan apa saja agar deretan trophy miliknya di ruang tamu bertambah.

    Konflik yang muncul bukan hanya antara Hisa dan Gara saja. Ada juga masalah yang melatarbelakangi mengapa kedua orang tua mereka melarang mereka pacaran di masa SMA, hal yang memicu perang di antara Hisa dan Gara. Konflik lainnya yang menjadi favorit saya adalah antara Hisa dan Ollie, cewek yang naksir berat sama Hisa tapi selalu ditolak. Ollie adalah karakter favorit saya di novel ini.

    Saya suka dengan sisipan ilmu Biologi tentang pewarisan gen dan teori kembar di dalam novel ini. Hehe... maklum saya kan biologist, jadi senang rasanya bisa menemukan ilmu biologi di novel populer. Kemudian celetukan-celetukan dan candaan dari Danu dan Johan, sahabat Hisa juga menyegarkan. Bahkan hingga menutup halaman terakhir novel ini, saya jadi mengerti mengapa novel ini bisa menjadi juara I dalam Gramedia Writing Project Batch 3. Alurnya tertata baik, semua karakter terdeskripsikan dengan jelas, dan saya sepertinya tidak nemu typo dalam novel ini.

    Terima kasih untuk Mas Utha yang sudah memberikan kepercayaan bagi saya untuk mengulas novel ini. Dan btw, ini novel teenlit GPU pertama yang saya baca dengan logo teenlit yang baru. Logonya keren, tagline logonya juga "Speak Up Your World". Dan habis membaca novel ini, saya jadi kepikiran untuk bikin proyek pribadi membaca semua karya Gramedia Writing Project yang sudah terbit.

  • Neko

    Teenlit banget! Resensi lengkap menyusul :))

    Btw klik

    biar tiba-tiba dapet kejutan dikirimin buku hahaha.

  • Spring Fall

    Puas bacanya! Kangen sama Teenlit-Teenlit semacam ini, bikin perasaan kembali ke era dulu pas masih zaman duduk di bangku SMP :)

    buat yang nulis, ditunggu buku berikutnya. jangan menghilang kayak beberapa pemenang dan finalis GWP sebelumnya. jangan sia-siakan kesempatan yang ada untuk meramaikan literasi dalam negeri.

  • Sayfullan

    Saya tersenyum saat berhasil menuntaskan buku yang warna kevernya mengingatkan saya kepada buah mangga. Baiklah, mungkin saya sedang lapar saat membuka plastik bukunya. Andai saya tidak harus menjaga Elnino sehabis pulang sekolah, ponakan tiga tahun saya yang banyak tingkah, saya yakin bisa babat habis buku ini kurang dari 12 jam. Karena memang, bahasa yang digunakan Dwipatra lugas, tanpa metafora yang berat dan bikin jengah. Cocok sekali dengan pembaca remaja. Selain itu, novel ini juga dibuka

    Saya tersenyum saat berhasil menuntaskan buku yang warna kevernya mengingatkan saya kepada buah mangga. Baiklah, mungkin saya sedang lapar saat membuka plastik bukunya. Andai saya tidak harus menjaga Elnino sehabis pulang sekolah, ponakan tiga tahun saya yang banyak tingkah, saya yakin bisa babat habis buku ini kurang dari 12 jam. Karena memang, bahasa yang digunakan Dwipatra lugas, tanpa metafora yang berat dan bikin jengah. Cocok sekali dengan pembaca remaja. Selain itu, novel ini juga dibuka langsung dengan hamparan konflik antara dua tokoh kembar Hisa dan Gara. Nggak pakai acara basa-basi, perang itu diekpose langsung di bab pertama. Awal baca sudah disuguhkan perang yang seru.. Wow! Jelas ini menarik urat penasaran saya, apa sebab dua kembar itu tampak terlihat lebih seperti musuh daripada saudara?

    "Mungkin dia memang hanya pemeran pengganti di sini, tapi apa salahnya memberikan kebahagiaan yang tak mampu diberikan oleh pemeran utama, meskipun itu hanya sesuatu yang semu?"

    Saya salut dengan penulis, Dwipatra, yang konsisten berhasil menjaga karakter tokoh-tokohnya. Mereka memiliki ciri khas. Gara, Hisa, Dinar, Ollie, memerankan karakter yang kuat dan tampak nyata. Tidak hanya dilihat dari deskripsi fisik tokoh-tokohnya saja, namun karakter itu juga masuk ke dalam cara tokoh berdialog hingga sudut pandang tokoh, dan berpikirnya. Kalau ditanya karakter favorit dari keempat tokoh utama itu. Tetap, favorit saya adalah Ollie; cewek yang centil, percaya diri, pejuang, tidak mudah putus asa, setia kalau sudah naksir orang, dan tidak malu menembak cowok lebih dulu. Meskipun, Hisa akan menolaknya lagi dan lagi. Buahahaha... Konyol saja sih cewek berambut ikal dan pemilik kulit eksotis itu.

    "Udah deh kalau emang nasib lo cuma jadi cadangan, nggak usah sok ngayal bisa jadi pemain utama. Berlapangdadalah...."

    Selain karakterisasi, yang membuat novel ini gurih adalah alur yang rapi dan terjaga sangat apik. Penulis berusaha menahan jawaban-jawaban pertanyaan yang langsung timbul di awal sebagai pengikat rasa penasaran saya. Padahal saya paling benci diikat-ikat. *Loh. Semacam, kenapa sih, Gara dan Hisa bisa perang dan musuhan? Kenapa sih, orang tua mereka ngotot bikin aturan nggak boleh pacaran sebelum lulus SMA? Lalu, Hisa dapat foto Gara dan Dinar saat pacaran itu dari siapa? JAWAB GUE PATRA!

    "Ya, mungkin Hisa sudah berbuat tak adil pada Gara. Tapi inilah kesempatannya untuk bisa membalas apa yag dulu Gara lakukan padanya."

    Eh emang apa yang dilakuin Gara pada Hisa dulu sih? Sialnya, untuk mengetahui jawabannya, saya harus membuka lagi dan lagi lembar novel ini. Wahai saudara Patra, ketahuilah, saya sampai telat makan dan nggak bisa berhenti ingin segera menuntaskan rasa penasaran saya. Ketika penulis sedikit membuka jawaban dari salah satu pertanyaan itu, rasanya saya seperti orang puasa yang diguyur es sirup dengan potongan buah segar beraneka rupa saat magrib tiba. Dan itu terus terjadi sampai pertanyaan-pertanyaan dalam lokus otak saya dijawab semua. Atau ketika mulut saya berujar bilang, Oh... jadi karena itu, bujubuneng! Karena gini toh, Asem tenan jancuk! Ternyata dulu Gara gitu, sambil tersenyum puas. Hebat bukan, Twinwar?

    Novel ini tidak hanya memiliki cerita yang menarik, mengalir enak, gurih, tapi juga begitu penuh pesan moral. Setiap guru ngomong, atau orang tua kembar bersabda, saya ngerasa mereka sedang nyeramahi saya. Ya, jujur. Bagian itu agak bosen sih. Bagi pembaca yang sudah tua dan malas dinasehati kayak saya pasti akan berkomentar, duh, sudah kayak baca tulisan motivator saja euy. Namun, porsi muatan moral itu pas dan tidak lantas membuat janggal. Kenapa? Karena sudah sesuai dengan peran guru dan orang tua sebagai pendidik. Nggak lucu kalau misal, anak SMA yang memberikan muatan sebijak itu kan?

    Jujur, saya malas membagi kalimat-kalimat a la Mario Teguh yang banyak diucapkan Pak Syam, guru olah raga sekolahnya Hisa atau kata-kata bijak orangtua si kembar. Nggak apa-apa ya, di bukunya banyak kok. Hihihihi *Hidup Pak Syam idoak :*

    Akhir review yang malah lebih seperti curhatan absurd ini, saya memutuskan memberikan empat bintang untuk Twinwar. Pertanyaannya, kenapa di dada saya timbul rasa hangat saat selesai membaca buku ini?

    Terima kasih Dwipatra, ditunggu karya-karya selanjutnya.

  • Ndari

    TeenLit dengan kadar humor dan drama yang tepat. Bikin teringat sama buku-buku Luna Torashyngu jaman Lovasket. Menyenangkan! Tiap karakter dibangun dengan baik dan rapi. Pantas kalau buku ini menang GWP juara satu.

    Buku ini juga bersejarah buatku dan Genta. Selain karena kami berkesempatan untuk mendesain sampulnya, TwinWar juga jadi buku TeenLit pertama yang menggunakan logo TeenLit terbaru yang kami desain.

  • *eKa*

    Akhirnya novel pemenang kesatu GWP Batch 3 udah keluar. Sebenarnya udah lama selesai baca novel ini dan bikin reviewnya di blog, tapi baru sempat review di Goodreads sekarang.

    Novel ini menurutku memiliki unsur-unsur yang penting dalam sebuah novel yang bagus. Gaya penulisannya menarik dan nggak membosankan, karakterisasinya kuat dan bagus, semua permasalahan yang disodorkan memiliki penyelesaiannya masing-masing, dan yang paling bikin puas adalah plot twistnya yang menarik. Nggak nyangka banget

    Akhirnya novel pemenang kesatu GWP Batch 3 udah keluar. Sebenarnya udah lama selesai baca novel ini dan bikin reviewnya di blog, tapi baru sempat review di Goodreads sekarang.

    Novel ini menurutku memiliki unsur-unsur yang penting dalam sebuah novel yang bagus. Gaya penulisannya menarik dan nggak membosankan, karakterisasinya kuat dan bagus, semua permasalahan yang disodorkan memiliki penyelesaiannya masing-masing, dan yang paling bikin puas adalah plot twistnya yang menarik. Nggak nyangka banget loh bakalan seperti itu. Hebat! Dan yang terpenting juga, kisahnya benar-benar teenlit, sesuai dengan labelnya. Intinya, novel TwinWar karya debut Dwipatra ini memang layak menjadi juara pertama ajang kepenulisan GWP Batch 3. Congratulations again to the author!

    Teman-teman bisa baca reviewku yang lebih panjang di link berikut:

    Hati-hati sama spoilernya ya XD

  • Ossy Firstan

    Menyegarkan, menyenangkan, dan berpesan tanpa menggurui.

    Kusuka Twinwar, dari awal, konflik keduanya sudah disajikan dengan seru dan menarik. Kusuka bagaimana penulis menuliskan sebab atas akibat-akibat di masa sekarang. Seperti, mengapa Hisa dan Gara tak akur, mengapa Mama tak memperbolehkan berpacaran, atau mengapa Mbak Galuh berkata si kembar mirip pacarnya.

    Kukira, teenlit macam inilah yang dibutuhkan remaja. Baiklah, sekian dan sukses untuk penulisnya.

  • Nurul  Fadhilah

    "Mungkin dia memang hanya pemeran pengganti di sini, tapi apa salahnya memberikan kebahagiaan yang tak mampu diberikan oleh pemeran utama, meskipun itu hanya sesuatu yang semu?" (Halaman 115)

    Ada alasan pribadi kenapa saya tertarik membaca buku ini. Iya, karena tokoh utama dalam novel ini adalah sepasang anak kembar. Sejak SMP saya selalu tertarik dengan anak lelaki yang kembar. Itu saya bawa hingga kini. Haha. Ngegebet salah satu dari anak kembar? Juga pernah 😂

    Gara dan Hisa mengingatkan saya pad

    "Mungkin dia memang hanya pemeran pengganti di sini, tapi apa salahnya memberikan kebahagiaan yang tak mampu diberikan oleh pemeran utama, meskipun itu hanya sesuatu yang semu?" (Halaman 115)

    Ada alasan pribadi kenapa saya tertarik membaca buku ini. Iya, karena tokoh utama dalam novel ini adalah sepasang anak kembar. Sejak SMP saya selalu tertarik dengan anak lelaki yang kembar. Itu saya bawa hingga kini. Haha. Ngegebet salah satu dari anak kembar? Juga pernah 😂

    Gara dan Hisa mengingatkan saya pada Si Kembar Ares dan Orion dalam novel Summer Breeze karya Orizuka. Sepasang kembar yang juga menjadi 'rival' bukan?

    Dibanding sosok Hisa, saya justru lebih menyukai tokoh Gara. Haha. Buat saya, karakter Hisa terlalu egois. Menjengkelkan. Pengen nampol beud tuh bocah. *ditabok sama penulisnya

    Kalau kalian baca blurb buku ini, dalam keluarga Gara-Hisa ada aturan untuk dilarang berpacaran sebelum masuk kuliah. Kenapa hayo? Kalau jawaban klisenya sih, sama kayak jawaban jutaan orang tua di dunia ini yang membuat larangan sejenis: Papa sama Mama enggak mau sekolah kalian terganggu hanya karena kalian sibuk pacaran. Iya enggak? Tapi, ternyata ada alasan lain dari orang tua si kembar. Hmmm ... baca bukunya deh kalau mau tahu. Agak gimana gitu alasa di baliknya. :(

    TWINWAR ini Juara 1 Gramedia Writing Project lho. Dibanding Seventeen Once Again yang juara 2--saya belum baca yang juara 3--alur novel ini lebih rapi. Meski tetap saya masih menemukan sedikit hal yang enggak nyambung, tapi novel ini cukup menghibur. Bisa dijadikan pilihan buat kalian yang mencari novel remaja untuk dibaca.

    Iya, remaja secara fisik dan mental, ya. Bukan novel dengan tokoh pelajar yang banyak adegan ena-enanya. 😤

Best Free Books is in no way intended to support illegal activity. Use it at your risk. We uses Search API to find books/manuals but doesn´t host any files. All document files are the property of their respective owners. Please respect the publisher and the author for their copyrighted creations. If you find documents that should not be here please report them


©2018 Best Free Books - All rights reserved.