Rembang Jingga

Rembang Jingga

Amanda Anwar menemukan kakaknya, Linda, tewas karena overdosis narkoba. Meninggalnya Linda menimbulkan kemarahan orangtuanya, Amanda berusaha membuka hati ayahnya dengan mencari tahu penyebab Linda terjerumus ke dunia narkoba melalui sebuah buku harian.Beberapa tahun setelah suaminya meninggal dunia, Karina Hakim memutuskan meninggalkan New York bersama anaknya, kembali ke...

DownloadRead Online
Title:Rembang Jingga
Author:T.J. Oetoro
Rating:
Edition Language:Indonesian

Rembang Jingga Reviews

  • Cindy Pricilla

    Beruntung buku ini habis kubaca dalam sehari (which is sangat jarang baca satu buku seharian). Jadi ceritanya terjalin rapi dalam imajinasiku.

    Bercerita tentang empat wanita yang menginginkan kebebasan dan pada akhirnya mendirikan Yayasan yang diberi nama SRI (Sejahtera, Ramah, Independen). Suka sama ending twist-nya, meski agak ketebak.

    Mengenai ide ceritanya juga menarik. Secara nggak langsung menyuarakan emansipasi wanita.

    Buku ini ditulis oleh dua penulis, namun keduanya berhasil meleburkan gay

    Beruntung buku ini habis kubaca dalam sehari (which is sangat jarang baca satu buku seharian). Jadi ceritanya terjalin rapi dalam imajinasiku.

    Bercerita tentang empat wanita yang menginginkan kebebasan dan pada akhirnya mendirikan Yayasan yang diberi nama SRI (Sejahtera, Ramah, Independen). Suka sama ending twist-nya, meski agak ketebak.

    Mengenai ide ceritanya juga menarik. Secara nggak langsung menyuarakan emansipasi wanita.

    Buku ini ditulis oleh dua penulis, namun keduanya berhasil meleburkan gaya menulisnya, hingga nggak kentara kalau buku ini hasil dari dua orang berbeda.

    1 bintang untuk kavernya yang bagus dan sesuai isi cerita.

    2 bintang untuk ide ceritanya yang menarik dan kompleks.

    1 bintang untuk judulnya yang catchy.

    -0,5 bintang karena terlalu banyak narasi. Hehe

    So, 3,5 stars dengan pembulatan ke atas.

    Anyway, good job buat Mam TJ, ditunggu novel solonya! :)

  • fauzanfadli

    Sedikit banyak, saya mendapat bocoran tentang plot dan tema buku ini sebelum akhirnya terbit di toko buku. Awalnya, saya mengira buku ini akan membawa saya ke tema cerita Agatha Christie. Tapi saya salah. Buku ini saya rasa lebih bergizi dan kompleks.

    Bahkan saking kompleksnya, saya lumayan kesulitan mencerna belasan karakter yang dimunculkan dalam cerita ini. Logis jika saya sedikit linglung, buku ini mengambil formula maju mundur. Adegan awal merupakan inti cerita yang kemudian disambung dengan

    Sedikit banyak, saya mendapat bocoran tentang plot dan tema buku ini sebelum akhirnya terbit di toko buku. Awalnya, saya mengira buku ini akan membawa saya ke tema cerita Agatha Christie. Tapi saya salah. Buku ini saya rasa lebih bergizi dan kompleks.

    Bahkan saking kompleksnya, saya lumayan kesulitan mencerna belasan karakter yang dimunculkan dalam cerita ini. Logis jika saya sedikit linglung, buku ini mengambil formula maju mundur. Adegan awal merupakan inti cerita yang kemudian disambung dengan latar waktu masa lampau.

    Belum lagi tokoh utama yang para penulisnya hendak gambarkan. Paling tidak ada empat tokoh utama dalam Rembang Jingga. Karina, Amanda, Ires, dan Diar. Keempatnya merepresentasikan perempuan dan masalah masa kini. Ada yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), drug abuse, kehamilan di luar nikah, sampai eksploitasi pelacuran.

    Para penulis juga memberikan lumayan banyak ekstra untuk masing-masing tokoh. Ya, keempat tokoh tersebut punya latar cerita yang berbeda. Dikelilingi oleh karakter-karakter pendukung yang berbeda pula.

    Frankly speaking, saya belum bisa dengan gamblang menikmati alur cerita Rembang Jingga sampai dua pertiga ceritanya. Buku ini diawali dengan begitu banyak cerita kelam. Baru di sepertiga akhirnya saya tidak bisa lepas dari kisah keempat superwomen ini.

    Untuk masalah ramu-meramu emosi, saya sangat suka dengan profil Ires dan Diar. Keduanya saya rasa sangat cocok menggambarkan masalah yang ingin ditembak para penulis. Saya bisa dengan sepenuh hati merasakan betapa menderitanya Ires berbagi ranjang dengan Herlambang, ikut ngilu membaca lebam dan darah di sekujur tubuhnya. Kisah minggat Diar juga punya pengaruh signifikan di keseluruhan cerita (paling tidak menurut saya begitu). Melawan kekejian orangtuanya yang menjadikan anak gadis mereka itu sebagai lonte, sampai kisah Diar yang menikahi seorang eks-homoseksual.

    Buku ini bagi saya menanggung banyak beban. Cerita moral dan pesan yang ingin disampaikan saling menumpuk satu sama lain. Namun, yang membuatnya enak dibaca adalah cara bertutur yang rapi dan diksi tidak biasa. Mungkin karena buku ini ditulis oleh dua orang. Sehingga lebih kaya latar, makna, dan plot.

    Jika ada beberapa buku yang bagi saya filmable, Rembang Jingga masuk dalam kategori yang sukar untuk difilmkan. Paling tidak Sang Sutradara dan Penulis Naskahnya harus jeli betul dari mana harus memulai cerita dan menyulamnya menjadi sebuah alur yang koheren. Rembang Jingga buku yang menarik, bukan karena belakangan ini saya banyak membaca buku bertema feminis atau sexist, tapi makna cerita dalam buku ini begitu lekat namun pada saat yang sama begitu jauh.

    Buku ini mengajak saya untuk melihat lebih dekat tentang cerita para perempuan dengan segala kompleksitas hidup mereka. Siapa yang mengira di sekitar kita ada perempuan korban KDRT? Atau penyalahgunaan narkoba? Atau bekas lonte? Atau sukses berkarir namun punya anak haram? Jawabnnya, ada. Mereka ada. Dan mereka berdiri dengan tegap, menjadi sosok yang lebih tangguh dan bijak daripada perempuan kebanyakan.

  • Afifah

    Kurang bisa mengikuti gaya penulisannya. Mengalir sih, tapi ada yang kurang sreg.

    Ceritanya menarik, tapi sayangnya sempat baca sinopsis buku di pertengahan cerita sehingga twist di ending kurang 'ngena'.

    Suka dengan karakter perempuan-perempuan kuat yang ada di buku ini. Kuat dalam menghadapi cobaan hidupnya.

    Jadi, 3.5 dari 5 bintang.

  • Faridilla

    Cerita tentang 4 perempuan yang masing-masing punya latar belakang kompleks. Mereka dipertemukan kembali di Kota Rembang.

    Alur cerita maju mundur. Ada keterangan waktu dan sudut pandang / tokoh yang menjadi inti per bagian cerita.

    Sebuah cerita yang menarik dan penyampaiannya cukup detail dan mengena karena pada kenyataannya konflik yang dialami setiap tokoh sering terjadi di masyarakat.

  • Nanaku

    Alur cerita cenderung datar. Rangkaian cerita terlalu tergesa - gesa, terlebih lagi di bagian akhir, tau-tau kehidupan para tokoh udah begini begitu tanpa ada proses yang jelas bagaimana ceritanya bisa sampai disitu.

    Cara tokoh "melompat" dari satu latar tempat ke tempat lain juga agak membingungkan.

    Banyak bagian dari cerita yang kurang clear penyelesaiannya.

    Yang menarik adalah, penulis menceritakan 4 kehidupan perempuan dengan warna yang berbeda antara satu dengan yang lain.

  • Rosarita Siregar

    Ide cerita yang menarik. Tapi cara menceritakan serta alur yang ada terasa kurang menarik. Seperti anti klimak saat membacanya

Best Free Books is in no way intended to support illegal activity. Use it at your risk. We uses Search API to find books/manuals but doesn´t host any files. All document files are the property of their respective owners. Please respect the publisher and the author for their copyrighted creations. If you find documents that should not be here please report them


©2018 Best Free Books - All rights reserved.