Badut Oyen

Badut Oyen

Oyen, si badut kampung, ditemukan mati gantung diri di kamarnya. Tak seorang pun percaya pria sebaik Oyen bisa seputus asa itu hingga mengakhiri nyawanya sendiri.Pihak kepolisian berusaha mengusut kasusnya dan menemukan banyak keganjilan dalam kematian pria itu. Tetapi, ketika tersangka yang dicurigai polisi ditemukan mati mengenaskan, kasus kematian Oyen kembali tak terpe...

DownloadRead Online
Title:Badut Oyen
Author:Marisa Jaya
Rating:
Edition Language:Indonesian

Badut Oyen Reviews

  • Hobby

    Salah satu karya GWP yang patut diacungi jempol, really good (^_^)

    more about this book, just check my complete review at here :

    (

    )

  • Agista Saraswati

    Oyen adalah seorang pemuda ramah yang berprofesi sebagai badut. Tak ada api, tak ada asap tiba-tiba nyawa Oyen terenggut mengenaskan. Dia ditemukan mati gantung diri. Satu per satu orang yang dianggap sebagai tersangka kematian Oyen juga perlahan terbunuh secara mengenaskan. Oyen yang semasa hidup dicintai anak-anak kini ditakuti oleh anak-anak yang seringkali dia hibur.

    Tidak heran naskah novel ini memenangi Gramedia Writing Project batch pertama. Kolaborasi tiga penulis dari latar yang berbeda

    Oyen adalah seorang pemuda ramah yang berprofesi sebagai badut. Tak ada api, tak ada asap tiba-tiba nyawa Oyen terenggut mengenaskan. Dia ditemukan mati gantung diri. Satu per satu orang yang dianggap sebagai tersangka kematian Oyen juga perlahan terbunuh secara mengenaskan. Oyen yang semasa hidup dicintai anak-anak kini ditakuti oleh anak-anak yang seringkali dia hibur.

    Tidak heran naskah novel ini memenangi Gramedia Writing Project batch pertama. Kolaborasi tiga penulis dari latar yang berbeda ini memang menelurkan buah karya yang menakjubkan. Genre yang diangkat pun bukan genre mainstream yang muncul di pasaran. Dengan berani penulis mengangkat genre horror.

    Satu hal yang membuat Saya semakin tergila-gila dengan novel ini adalah kemampuan para penulis meramu alibi dan misteri yang berujung pada plot-twis di bagian akhir cerita, meski cukup bisa ditebak. Selain itu, ketiga penulis juga dengan bangga memasukkan kearifan lokal dalam cerita sebagai unsur ekstrinsik cerita.

    Dialog serta setting yang disampaikan ditulis dengan baik dan membuat pembaca betah menelusuri kalimat demi kalimat. Meski agaknya bahasa kurang popular, tidak sesuai dengan cover yang membungkus novel, novel ini layak diangkat ke dalam film layar lebar. Pasti akan jadi film yang sangat menarik, mengingat film horror karya anak bangsa kini kurang berbobot

  • Rose Gold Unicorn

    sengaja ga mau mikir siapa pembunuhnya dan siapa hantunya.

    soalnya keseringan salah nebak.

    dan bener aja -.-

  • Novella Putriasafa

    Setelah baca novel ini agak ngerasa-rasa gimana gitu, masih agak susah nerima kenyataan kalo endingnya beda banget dari yang aku pikirkan. -,- ternyata hantu badut Oyennya itu emang ada karena kupikir si Suparni yang nakut-nakutin anak-anak kampung dengan memakai kostum badut, eh taunyaaa. (/.\)

    Agak kecewa sih alur ceritanya jadi gitu, padahal aku udah baca dari awal di blog Gramedia Writing Project dan sangat menanti-nantikan bukunya terbit, huuh. Aku kira novel ini mengangkat tema phsycology-t

    Setelah baca novel ini agak ngerasa-rasa gimana gitu, masih agak susah nerima kenyataan kalo endingnya beda banget dari yang aku pikirkan. -,- ternyata hantu badut Oyennya itu emang ada karena kupikir si Suparni yang nakut-nakutin anak-anak kampung dengan memakai kostum badut, eh taunyaaa. (/.\)

    Agak kecewa sih alur ceritanya jadi gitu, padahal aku udah baca dari awal di blog Gramedia Writing Project dan sangat menanti-nantikan bukunya terbit, huuh. Aku kira novel ini mengangkat tema phsycology-thriller di mana tokoh yang membunuh memiliki kepribadian ganda atau psikopat sejati. >D tapi yaah jangan bereskpetasi terlalu tinggi nanti kalo jatuh sakit *plakk.

    Meskipun agak kecewa, overall novel ini bagus, aku suka covernya simple & sesuai tema dan ditulis oleh tiga orang yang tentunya susah untuk menyatukan 3 kepala dalam satu ide, endingnya meskipun kayak gitu tapi penjelasan masalahnya sudah cukup lumayan. Nice. ^^

  • Nene

    di tengah Cerita sudah bisa menebak pembunuh, hanya saja masih penasaran dengan proses pembunuhannya.

    Cukup Mencekam , Sempet merinding juga #untukdikamargaklagisendiri..hohoho

  • Natha

    2.5 from 5.

    Please jangan baca review ini kalau tidak mau kena spoiler. Aku tidak bertanggung jawab kalau kena spoiler yang kebablasan. :P

    Akhirnya setelah membaca Teater Boneka (beberapa waktu lalu) dan me-skip Hujan Daun-Daun, kuputuskan untuk membaca buku yang satu ini. Actually, kalau dari sinopsisnya, aku lebih suka sinopsis Hujan Daun-Daun, karena di sana kerasa misterinya, tetapi karena sudah maraton Agatha Christie, sekalian sajalah yang segenre. =))

    Oh, abaikan saja kalau aku bisa menebak

    2.5 from 5.

    Please jangan baca review ini kalau tidak mau kena spoiler. Aku tidak bertanggung jawab kalau kena spoiler yang kebablasan. :P

    Akhirnya setelah membaca Teater Boneka (beberapa waktu lalu) dan me-skip Hujan Daun-Daun, kuputuskan untuk membaca buku yang satu ini. Actually, kalau dari sinopsisnya, aku lebih suka sinopsis Hujan Daun-Daun, karena di sana kerasa misterinya, tetapi karena sudah maraton Agatha Christie, sekalian sajalah yang segenre. =))

    Oh, abaikan saja kalau aku bisa menebak siapa pelakunya sejak awal, meski tidak tahu motif atau caranya, kadang selalu mampu menebak hanya dengan feeling. :P

    Abaikan typo yang ada di dalam, tidak banyak koq. Hanya beberapa titik yang missed, tidak terlalu gimana-gimana. Tetapi harus kuakui, ada beberapa bab yang patah banget alurnya. Aku kudu mesti konsen inget adegan sebelumnya untuk tahu bab berikutnya ini nyeritain siapa sih.

    Tapi overall, sebagai satu tim penulis baru, tetap saja hasil kerja kerasnya oke. XD Sudah waktunya aku lanjut baca yang ketiga ya. :))

  • Ivon

    Kamu punya teman. Kalian sama-sama suka buku, dan kalian sering saling bertukar bacaan.

    Suatu hari, kalian janjian (bersama rombongan lain) di sebuah tempat. Temanmu telat. Telat parah. Telat empat jam. Kamu kesal, kamu ingin melindasnya, menabraknya dengan bajaj. Tetapi kamu harus pulang lima menit lagi. Jadi apa yang bisa kamu lakukan di waktu sesingkat itu?

    Kamu tahu, itu perbuatan kejam. Tapi itu demi kebaikan temanmu. Setelah

    Kamu punya teman. Kalian sama-sama suka buku, dan kalian sering saling bertukar bacaan.

    Suatu hari, kalian janjian (bersama rombongan lain) di sebuah tempat. Temanmu telat. Telat parah. Telat empat jam. Kamu kesal, kamu ingin melindasnya, menabraknya dengan bajaj. Tetapi kamu harus pulang lima menit lagi. Jadi apa yang bisa kamu lakukan di waktu sesingkat itu?

    Kamu tahu, itu perbuatan kejam. Tapi itu demi kebaikan temanmu. Setelah ini temanmu akan sadar betapa pentingnya menepati waktu janji. Karena ia akan teringat pada teror yang telah kamu berikan setiap kali benaknya bermain-main untuk telat datang ke acara ketemuan selanjutnya.

    ~~~

    Anyway, review asli: Yah, setidaknya tulisannya rapi. Dan waktu hantunya muncul, lumayan tegang.

  • Magdalena Amanda

    Sesungguhnya kalo secara scoring 2,5, tapi saya memutuskan untuk mengikuti apa kata Goodreads, 2 bintang = it was ok.

    Jadi intinya semua yang terjadi di novel ini adalah akibat

    alias netorare (istilah yg biasanya dipake otaku dan wibu; lihat link artikel Wikipedia utk artikel mendetailnya) yang artinya bisa dijelaskan dengan singkat sebagai: orang yg kita suka keburu diembat orang lain sblm kita sempat ngomong2 apa2 apalagi mencegah.

    Karena saya bacanya cukup serius, bisa dibahas per poin sepe

    Sesungguhnya kalo secara scoring 2,5, tapi saya memutuskan untuk mengikuti apa kata Goodreads, 2 bintang = it was ok.

    Jadi intinya semua yang terjadi di novel ini adalah akibat

    alias netorare (istilah yg biasanya dipake otaku dan wibu; lihat link artikel Wikipedia utk artikel mendetailnya) yang artinya bisa dijelaskan dengan singkat sebagai: orang yg kita suka keburu diembat orang lain sblm kita sempat ngomong2 apa2 apalagi mencegah.

    Karena saya bacanya cukup serius, bisa dibahas per poin seperti biasanya.

    Ide ceritanya bukan ide yang baru, tapi karena tidak sering dipakai, jadi masih mungkin ada pembaca yang menemukannya sebagai sebuah ide fresh dan pembaca yang sudah banyak baca tidak bosan dengan pola yang sama terus menerus.

    Yang kurang oke menurut saya adalah penyampaian ceritanya.

    Ada beberapa bagian yang ketika diceritakan secara mendetail malah jadi terasa "hampa" (mungkin dalam usaha mengikuti aturan "show, don't tell"). Karakter yang menjadi fokus berganti2 sehingga "teror" yang dirasakan jadi "tipis" dan tidak fokus. Gregetnya jadi berkurang lah.

    Dan, sesungguhnya, cerita ini bisa banget diarahkan jadi misteri/thriller tanpa horor yang melibatkan makhluk supernatural.

    Kalau saya disuruh membahas buku ini di pelajaran bhs Indonesia kelas SMP/SMA, saya--jujur--bakalan bingung siapa yang akan saya taruh sebagai protagonis cerita ini. Apakah Oyen si badut, atau barangkali Iryanto si Pak RT, atau si mbah dukun kampung sebelah, atau malah Suparni yang sebenarnya adalah pelaku sesungguhnya di balik pembunuhan2 yang terjadi?

    Kenapa saya menyebut Suparni sebagai protagonis bukan antagonis? Karena saya merujuk pada pengertian protagonis selaku "pembawa ide utama cerita".

    Semisal cerita buku ini dituliskan dengan fokus dan sudut pandang Suparni, saya memikirkan beberapa potensi bagus:

    1. Bagaimana penulis menutupi fakta bahwa Suparni adalah pelaku pembunuhan Oyen dan dua orang lainnya hingga 90% buku.

    2. Bagaimana penulis menunjukkan isi pikiran Suparni yang dari hari ke hari makin terganggu karena dihantui rasa bersalah dll.

    3. Bagaimana penulis menunjukkan struggle dan shit happen yang dialami oleh Oyen dari sudut pandang Suparni? Dan juga struggle yg dialami Suparni? Bagaimanapun juga Suparni itu pernah kuliah dan lulus lho. Dia pasti punya perjuangan tersendiri mencari pekerjaan yg layak dan sesuai dengan bidang kuliahnya kan?

    4. Bagaimana penulis membuat pembaca bersimpati pada Suparni dan di akhir--ketika diketahui bahwa dalang semua peristiwa pembunuhan yang menghantui kampung--pembaca dibiarkan mengalami dilema karena dirinya telah bersimpati dengan "orang gila".

    Semisal yang jadi protagonis adalah Iryanto si ketua RT, potensi yang terpikirkan adalah:

    1. Bagaimana penulis menunjukkan dilema Iryanto antara pendekatan logis atau mistis; polisi atau dukun; pembunuh atau hantu.

    2. Bagaimana penulis membuat pembaca bersimpati pada tekanan yang dialami oleh Iryanto selaku pimpinan kampung.

    3. Bagaimana penulis menunjukkan Iryanto--mungkin--akhirnya memutuskan untuk mencoba memecahkan masalah ini dan menjadi sasaran Supriani selanjutnya

    Ya sayangnya semua potensi di atas adalah hasil pemikiran saya, bukan yang terjadi di buku ini.

    Agak kurang jelas settingnya di mana, selain bahwa ini bersetting di Indonesia.

    Ya sudah. Sekian saja review kali ini.

  • Aravena

    Dibaca via iPusnas. Tertarik karena imej 'hantu badut' yang mengingatkan saya pada

    -nya Stephen King, serta latar belakang bukunya yang ternyata ditulis estafet oleh tiga orang via Gramedia Writing Project.

    Diawali dengan

    , plotnya bergulir secara maju-mundur menceritakan kematian si badut Oyen, riwayat hidupnya, dan peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi setelah kematiannya. Gaya penuturannya cepat dan gamblang, saking gamblangnya saya kadang berasa seperti baca naskah film..... a

    Dibaca via iPusnas. Tertarik karena imej 'hantu badut' yang mengingatkan saya pada

    -nya Stephen King, serta latar belakang bukunya yang ternyata ditulis estafet oleh tiga orang via Gramedia Writing Project.

    Diawali dengan

    , plotnya bergulir secara maju-mundur menceritakan kematian si badut Oyen, riwayat hidupnya, dan peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi setelah kematiannya. Gaya penuturannya cepat dan gamblang, saking gamblangnya saya kadang berasa seperti baca naskah film..... alias rentetan kejadian dan dialog dengan deskripsi seadanya. Mungkin sengaja diseragamkan, supaya tidak terasa kalau ditulis tiga orang berbeda? Yah, sisi positifnya: ceritanya jadi gampang dicerna dan memudahkan pembaca yang mau cepat-cepat tahu akhir kisah & jawaban misterinya.

    Bagian awal bukunya (yang menceritakan perjuangan hidup Oyen dan sahabatnya Suparni) cukup membuat saya simpati, tapi sayang terjangkit 'sindrom adegan sinetron/FTV' saat tokoh utama yang kelewat malaikat ditimpa kemalangan bertubi-tubi akibat orang-orang jahat di sekitarnya. Ada adegan saat Oyen jalan pulang sambil bawa uang honor dan singgah di sebuah warung.....pikiran saya langsung "pasti mau dicopet nih".....dan ternyata benar, saudara-saudara!

    Misteri utamanya pun rasanya bisa gampang diterka oleh banyak pembaca. Paling tidak, skenario tebak-tebak-manggis pertama yang muncul di kepala saya.... ternyata memang benar-benar dipakai oleh penulisnya. Sebenarnya saya tidak begitu masalah soal "gampang ditebak" selama eksekusinya bagus,

    Terlepas dari itu, ada beberapa bagian yang saya suka, misal latarnya: sebuah kampung yang warganya saling mengenal satu sama lain, gampang percaya hal berbau mistis, serta doyan bergunjing. Latar seperti ini memang terasa lebih 'akrab' buat saya :] Saya juga suka teknik penulisnya yang kadang menyisipkan tokoh-tokoh figuran yang mengomentari peristiwa yang terjadi; mungkin berkesan cuma-numpang-lewat-apa-gunanya-nih-karakter, tapi faktor ini jadi membuat dunia dalam buku ini terasa lebih nyata dan hidup.

    Adegan horornya juga lumayan efektif. Terasa telegenik, dalam artian saya bisa memvisualisasikan adegan-adegan itu jadi adegan film yang bisa sangat mencekam kalau didukung sinematografi dan akting mumpuni. Ada dua adegan yang paling berkesan di sini: adegan saat seorang anak perempuan diteror di dalam kamarnya, dan adegan klimaks sebelum epilog.

    Begitulah, ini perpaduan

    yang cukup lumayan saya nikmati, lengkap dengan segala ketidakpuasannya.

Best Free Books is in no way intended to support illegal activity. Use it at your risk. We uses Search API to find books/manuals but doesn´t host any files. All document files are the property of their respective owners. Please respect the publisher and the author for their copyrighted creations. If you find documents that should not be here please report them


©2018 Best Free Books - All rights reserved.